Jaringan Advokasi LSM Papua Barat
Bahasa Indonesia   English

 

 

Headline

  • Soal Dana Karang Taruna, Polisi Masih Cari Alat Bukti

    upload/case_thumbnail_fedora_

    MANOKWARI – Penyidik Reskrim polres manokwari kini masih mencari 2 alat bukti untuk mengun ...

    1

Siaran Perss

16 Juli 2012

Rencana Peralihan Aset PTPN II Prafi

Rencana Peralihan Aset PTPN II Prafi

Pemprov Harus Transparan soal Hak Masyarakat Adat

MANOKWARI - Ketua Majelis Rakyat Papua provinsi Papua Barat (MRP PB) Vitalis Yumte mendesak pemerintah provinsi Papua Barat bersikap terbuka soal upaya rencana peralihan aset perkebunan kelapa sawit milik PTPN II Tanjung Morawa di distrik Prafi, dari Kementerian BUMN kepada pemerintah daerah. Langkah ini penting dilakukan agar tidak menimbulkan beragam persepsi negatif serta memberikan ruang bagi publik untuk menyampaikan pikiran-pikiran yang konstruktif terkait rencana peralihan tersebut. “Satu hal yang sering dilupakan oleh pemerintah dan investor dalam kegiatan investasi, bahwa tanah itu adalah sumber kehidupan bagi masyarakat asli Papua. Konflik yang sering terjadi di daerah adalah karena saling mengklaim kepemilikan hak ulayat antar masyarakat Papua yang kemudian dijual. Untuk itu, pemerintah daerah perlu bersikap terbuka agar ada jaminan menyangkut untung rugi dan jaminan hak ulayat masyarakat adat,” kata Yumte kepada wartawan di kantor secretariat sementara MRP provinsi Papua Barat di Jalan Trikora Taman Ria.
Menurut Yumte, sikap terbuka pemrpov juga akan membantu memberikan jaminan terhadap iklim investasi di daerah yang harmonis. Tidak mendapatkan penolakan terutama dari masyarakat. “Pelurusan sejarah budaya dan silsilah orang asli Papua juga penting dilakukan agar tidak terjadi saling mengklaim kepemilikan tanah. Intinya, jika aset tersebut benar-benar akan menjadi milik daerah,  dan jika melibatkan investor. Pemerintah daerah harus duduk bersama dengan masyarakat adat serta semua stake holder terkait agar proses peralihan ini mendapatkan perstujuan bersama,” tandasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, rencana pengambilalihan aset PTPN II Prafi saat ini tengah dalam proses. Bahkan, Menteri BUMN telah mengeluarkan surat persetujuan. Surat dengan nomor: S-604/MBU/2011 tertanggal 4 November 2011 tentang penghapusbukuan dan pemindahtanganan Aset Kebun Prafi, memberikan kesempatan untuk menyelesaikan proses pengalihan hingga 4 November 2012 mendatang. Isi surat tersebut, menjelaskan jika jangka waktu tersebut tidak dipenuhi oleh pemerintah provinsi Papua Barat, maka proses peralihan akan batal.
Ironisnya, tidak sedikit waktu, energi dan biaya yang telah terkuras dalam urusan peralihan asset perkebunan kelapa sawit yang telah berdiri sejak tahun 1982 lampu. Sesuai informasi yang diperoleh bahwa telah ada kesepakatan pembayaran awal sebesar Rp 8,5 Milyar atau 25 persen dari Rp 34 Milyar. Disisi lain, proses peralihan asset PTPN II perkebunan kelapa sawit yang dilakukan oleh pemerintah provinsi Papua Barat ini, dihadapkan dengan dead line waktu yang sangat mempet.
Persoalan mendasar yang adalah belum adanya pembahasan sejumlah anggaran oleh DPRPB yang akan dialokasikan kepada proses tersebut. Padahal, untuk bisa memiliki aset PTPN II Kebun Prafi dibutuhkan anggaran sebesar Rp 34 Milyar. Jumlah ini sesuai audit BPK RI. Sisa waktu fektif 4 bulan lagi, apakah mungkin proses peralihan ini bisa terealisasi? (sera/tis/LO1)

Share on Facebook      

Artikel

17 April 2014
2 DPO TERSANGKA KORUPSI GENSET DIMINTA SERAHKAN DIRI Jayapura, 15/4 (Jubi) – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua mewanti-wanti dua orang yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) yakni, Dirut PT. Pap ...
17 April 2014
SEORANG WARGA TERTEMBAK DI BATAS RI  PNG Jayapura, 16/4 (Jubi) – Penembakan kembali terjadi di batas Indonesia dan Papua New Guinea (PNG). Seorang warga menjadi korban. Dari data y ...
17 April 2014
KOMNAS HAM KLAIM DPT PAPUA DIGELEMBUNGKAN HINGGA 2 JUTA LEBIH Jayapura, 15/4 (Jubi) – Natalius Pigai, tim Pemantau Pemilu Komnas HAM mengklaim menemukan kecurangan dalam jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) ...
16 April 2014
Pemilu di Nabire, Massa Pendukung Caleg Diduga Lakukan Pengrusakan Nabire, MAJALAH SELANGKAH -- Kota Nabire, provinsi Papua mencekam pasca penghitungan suara di TPS 10 Perumahan Satpol PP, Kelurahan Bumi Wonorejo, ...
16 April 2014
JIKA DOB PAPUA DITERUSKAN, GUBERNUR PILIH JADI WARGA NEGARA AUSTRALIA Jayapura, 15/4 ( Jubi ) – Pemekaran, kata Gubernur Papua, bukan solusi untuk menjawab persoalan dasar di Papua, justru sebaliknya akan membawa ...

 

Shoutbox

25-03-2014 19:19
ian
kesalahan ada pda partai karena tidak melalui proses yang sesunggihny dalam mengankat calon dpr, tidak adanya proses pengkaderan.
15-03-2014 12:44
anak papua
kasus demi kasus korupsi di tanah papua tdk ada yg serius di tindak lanjuti,aparat hukum hanya tebang pilih,sama halnya dengan LSM anti korupsi yg tergantung nego.....sy hanya ingatkan hati@ dng hukum karma yg suatu saat akan jd bumereng buat kalian
14-03-2014 21:40
sekar
dari kita untuk kita
14-03-2014 05:38
Tao
Pileg 2014 di kab Maybrat, Tambrauw, dan kota sorong....tidak jauh berbeda karena para elitnya....tidak mendidik rakyat kecil dalam hal pendidikan politik yg baik dan benar
10-03-2014 09:19
yanus wanimbo
bagaimana dengan Mahasiswa Papua yang kulia di Fakultas Hukum:di Luar tanah Papua, Apakah ada bantuan selain Advokat
06-03-2014 01:16


06-03-2014 01:15


09-01-2014 02:47
ss
laporan
29-12-2013 07:39


25-10-2013 05:03
anak wondama
anda harus bisa terima kritikan, karena anda bukan manusia super, kita manusia hanya bisa merencanakan dan Tuhan yang menentukan semua upayah yang anda jalankan. anda hanya berlindung di balik semua kasus yang anda upayahkan... yang jelas anda punya
Nama :
Pesan :

Kontribusi

Banner Anda

Ukuran : 170px x 40px
Harga : Rp. 300.000 / bulan
Hubungi : (0986) 212392, 081340796997, 081248648965, 081344661392
Info lebih lanjut

 

Kegiatan

Tidak ada Kegiatan untuk saat ini.

Info LSM

Jajak Pendapat

Setujukah anda "DIALOG PAPUA-JAKARTA" dapat menyelesaikan masalah Papua?


 

 

Info

Arsip

Info LSM

Statistik

Page Hit

Hari Ini 13
Minggu Ini 5014
Bulan Ini 29309
Tahun Ini 198161

Jumlah Pengunjung

Hari Ini 13
Minggu Ini 4681
Bulan Ini 27367
Tahun Ini 182076